Home Jagad Berita Sisi Lain Ujian Nasional
Indonesian (ID)English (United Kingdom)

Login



Sisi Lain Ujian Nasional
PDF
Cetak
E-mail
Administrator   /   Sabtu, 25 April 2009 06:16

UANSejak Senin kemarin, siswa SMA mulai menjalani ujian secara nasional. Bahkan hal menarik terjadi selama UN berlangsung. Apa saja yang terjadi? Berikut catatan Malang Post. (Ada siswa SMUN 2 yang diwawancara disini... simak beritanya ya!)

HALAMAN SMAN 3 Malang pagi kemarin, terasa hening. Waktu itu jam menunjukkan pukul 09.45. Artinya lima belas menit lagi waktu pelaksanaan ujian nasional (UN) hari kedua berakhir.
Terdengar suara keras dari speaker sekolah yang mengingatkan bahwa waktu ujian segera habis. Tak lama kemudian, bel tanda waktu ujian selesai pun berdering.

Satu persatu siswa tampak keluar dari ruang ujian. Ada yang langsung menuju tempat parkir motor yang terletak di depan kantor guru, ada pula yang langsung lari ke toilet. Selama dua jam mungkin saja mereka menahan kencing karena pengawasan yang ketat.

Di halaman parkir sekolah yang cukup sempit itu, beberapa siswa tampak bergerombol membicarakan materi soal ujian bahasa Inggris kemarin. Termasuk mengenai bocoran kunci jawaban yang diterima beberapa siswa via handphonenya.

‘’Iya, aku setiap hari nerima sms kunci jawaban soal. Hari pertama ada yang ngirim, hari ke dua juga,’’ ungkap siswa kelas III IPA SMAN 3 Malang, inisial F.

Menurutnya, kunci jawaban itu diterimanya dari temannya di sekolah lain. Bahkan ia menyebutkan ada beberapa siswa dari Madrasah Aliyah yang sengaja urunan untuk membeli kunci jawaban tersebut. Urunannya sampai jutaan rupiah. ‘’Kalau mereka anak orang kaya, jadi gak sayang uang jutaan, kalau aku gak mau,’’ ujarnya.

Meski ia mengaku tidak mau membeli, rupanya ada beberapa temannya yang mau mengirimkan jawaban itu. Siswa ini cukup cerdas. Ia tak lantas percaya begitu saja dengan kunci jawaban yang diterimanya.
Karena itu ia pun mencoba mencocokkan beberapa nomor dengan kunci jawaban yang sengaja dicatatnya. Hasilnya untuk beberapa soal yang ia yakin bisa menjawabnya, ternyata jawaban tidak sesuai.

‘’Aku coba satu soal, tenyata gak cocok. Ya lebih baik gak aku pakai daripada memecah konsentrasiku,’’ ungkapnya.

Keterangan singkat dari F pun menjadi bekal Malang Post untuk menelusuri beberapa sekolah yang dimaksud. Sayangnya beberapa siswa di kelas IPS yang kabarnya membeli kunci jawaban mengaku tidak tahu mengenai hal itu.

Di SMA lain, seorang siswa di SMKN 12 Malang mengaku sms yang diterimanya cukup aneh. Sebab perintah dalam sms bunyinya kunci jawaban harus segera dihapus setelah membacanya.
Pertama kali menerima ia langsung menghapus setelah menyalin, tapi di hari ke dua ia malah mengirimkannya ke teman yang lain.

‘’SMS ini diterima dikirim temanku yang bapak nya kerja di Dinas Pendidikan (Disdik) Surabaya,’’ akunya.
Karena isu SMS ini pula beberapa siswa menerima informasi mengenai diblokirnya jaringan komunikasi bagi pengguna IM3. Padahal pengguna IM3 yang tergabung dalam Indosat Community cukup banyak di kawasan SMA Tugu. Akibatnya tidak sedikit siswa yang mengganti kartu nya dengan operator seluler yang lain.

‘’Kalau saya tetap pakai IM3, beberapa teman ada yang ganti nomor operator lain,’’ ungkap siswa kelas IPA di SMAN 4 Malang yang enggan dikorankan namanya.

Dua siswa ini bahkan langsung menutup identitas nama mereka yang melekat di seragam saat tahu sedang ditanya wartawan. Hanya saja mereka mau membeberkan mengenai isu pemblokiran IM3 itu. Menurut mereka alasannya karena dikhawatirkan akan tersebar jawaban soal melalui sms karena itulah sambungan IM3 diputus. Terutama pada siang hari. Padahal ke sekolah pun banyak siswa yang tidak membawa handphone nya karena memang dilarang.

‘’Apalagi di sekolah ada CCTV, siapa yang bawa handphone akan ketahuan. Jadi kami gak bisa main-main,’’ ujar siswi SMAN 3 Malang, Wahyu.

Marketing Communication (Marcom) Indosat Malang Branch Edi Mulyono menampik tudingan soal adanya pemblokiran akses IM3 selama pelaksanaan UN. Menurutnya hal itu adalah isu saja yang sengaja dihembuskan kepada siswa.

‘’Ada beberapa anggota Indosat Community yang datang ke kantor dan menanyakan hal ini, saya tegaskan bahwa Indosat tidak pernah melakukan pemblokiran itu,’’ tegasnya.

Isu pemblokiran ini menurutnya mungkin saja dilakukan pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini pun sudah disampaikannya kepada para siswa terutama yang tergabung dalam Indosat Community.
‘’Kami sampaikan kepada mereka bahwa isu itu tidak ada, bahkan secara khusus kami menyampaikan ucapan selamat mengikuti UN, dan semoga sukses,’’ pungkasnya.

Matematika masih jadi momok

HALAMAN SMAN 2 Malang, pagi kemarin, tampak lengang. Usai bel tanda ujian berakhir berbunyi, tampak satu dua siswa mulai keluar dari dalam area sekolah yang dipisahkan dengan pagar.
Salah satu siswa di kelas III IPS, Tyas, tampak tergesa melangkahkan kakinya. Namun ia sempat meladeni pertanyaan wartawan seputar soal ujian hari ke tiga kemarin, yaitu ujian Matematika.
‘’Soal ujiannya lumayan sulit. Tapi dibandingkan try out sepertinya lebih sulit try out. Jadi ya saya optimis saja,’’ ungkapnya yakin.

Ada 40 soal ujian yang harus diselesaikannya. Diantaranya ada beberapa soal yang jawabannya ganda, ada dua jawaban yang benar.

Tentu saja ini membingungkan baginya. Tapi ia bersyukur bisa menyelesaikan mata uji Matematika yang menurutnya menjadi momok itu. Walaupun tanpa mengandalkan bantuan teman apalagi SMS kunci jawaban yang banyak menyebar. Ia mengaku lebih pede dengan kemampuannya sendiri.

Berbeda dengan Tyas yang terlihat santai, wajah tegang justru terlihat di wajah beberapa siswa IPA di SMAN 1 Malang. Seorang siswa berkacamata bahkan dengan paniknya langsung membuka ponsel sembari mencocokkan jawaban yang sudah ditulisnya di selembar kertas dengan yang ada di ponselnya.
Saat Malang Post mendekat untuk menanyakan apakah jawabannya sudah cocok, ia langsung menyembunyikan ponselnya.

‘’Gak kok Bu, saya tidak punya jawaban di SMS. Saya Cuma mau melihat jawaban saya saja. Matematika benar-benar momok, sulit sekali,’’ ungkapnya sambil berusaha menyembunyikan ponselnya.
Tingkah laku siswa tersebut seakan menjadi bukti terkait menyebarnya SMS kunci jawaban soal ujian. Hal ini memang sudah menjadi rahasia umum di tingkatan pelajar kelas tiga. Dimana setiap siswa setiap hari mendapatkan jawaban dari temannya. Banyak yang percaya, banyak juga yang tidak percaya bahwa itu adalah kunci jawaban yang asli.

Soal Matematika kemarin dirasakan berbeda-beda oleh siswa. Bagi siswa IPS seperti Tyas di SMAN 2, soal Matematika tingkat kesukarannya sedang saja. Tapi bagi siswa pria yang enggan disebutkan namanya di SMAN 1 Malang jurusan IPA, soal Matematika sungguh menjadi momok.

Kesan bahwa Matematika masih menjadi momok juga dirasakan sejumlah siswa SMAN 1 Malang jurusan Bahasa. Menurut mereka soal Matematika kali ini amat membingungkan dan membuat stress.
‘’Amat sangat susah sekali..,’’ teriak tiga siswa kompak saat ditanya Malang Post mengenai soal Matematika kemarin.

Annisah, Aisah, dan Fia dari III Bahasa SMAN 1 Malang ini mengakui, soal Matematika untuk Bahasa sangat susah. Berbeda dengan soal untuk IPA dan IPS yang berbeda jenisnya. Apalagi ada beberapa soal jawabannya ganda. Namun meski mengaku susah, mereka pede menjawab semua soal.
‘’Semuanya kami kerjakan, tapi gak tahu hasilnya. Kami berdoa saja dan minta doanya ya Mbak supaya bisa lulus,’’ ujar Annisa.

Mereka mengaku, SMS kunci jawaban soal ujian sebenarnya bisa saja digunakan. Tapi mereka tidak yakin apakah itu bantuan atau malah sesuatu yang menyesatkan. Bisa jadi SMS itu dikirimkan hanya untuk membuat mereka gagal.

‘’Siapa tahu itu dikirimkan kepada kami supaya kami juga tidak lulus UN, karena itu jangan mudah percaya,’’ ujar Annisa yang diamini teman-temannya yang lain.

(lailatul rosida/malangpost){rokintensedebate}

LAST_UPDATED2
Copyright (c) 2010 SMA Negeri 2 Malang
Jl. Laks. Martadinata 84 Malang