Home Jagad Berita Sidak Tak Boleh Masuk Kelas
Indonesian (ID)English (United Kingdom)

Login



Sidak Tak Boleh Masuk Kelas
PDF
Cetak
E-mail
Administrator   /   Senin, 20 April 2009 09:23

MALANG - Dinas P dan K Jatim menjamin pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini tidak akan ada kecurangan. Selain pengawasannya juga ketat, dinas P dan K juga akan memberi sanksi tegas kepada guru yang terlibat dalam kecurangan. "Tidak boleh lagi ada penyelewengan seperti dulu," ujar Sekretaris Dinas P dan K Jatim

Bambang Muhariono, saat mendampingi Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf di Unisma, kemarin.

Menurut dia, jaminan pelaksanaan yang baik itu telah menjadi tekad dinas P dan K untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Dia juga mengatakan, jika ada sekolah atau pengawas yang bertindak curang, maka akan ditindak tegas.

Sementara pelaksanaan UN yang berlangsung 20-25 April besok bakal dijaga ketat. Para siswa dan pengawas dilarang membawa handphone di dalam kelas. Sebelum masuk, handphone harus ditinggalkan di luar.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMAN Kota Malang Tri Suharno mengatakan, tahun ini juga ada aturan baru. Yakni, para pengawas dilarang masuk kelas, termasuk kepala sekolah yang melakukan sidak.

Kemudian bagi siswa yang izin keluar untuk ke kamar mandi juga harus diantarkan oleh pengawas. "Tahun ini memang seperti itu aturannya," terang Kepala SMAN 4 Kota Malang ini, di sela-sela pemasangan nomor UN di sekolah tersebut.

Dia juga menjamin di Kota Malang tidak akan ada kecurangan dalam pelaksanaan UN. Semua pengawas dan pimpinan sekolah telah sepakat untuk menciptakan kondisi yang tertib sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Menurut dia, di rayon IV yang dipimpin, dalam UN besok ada dua siswa yang akan mendapat pendampingan khusus. Karena siswa tersebut mengalami gangguan penglihatan sehingga harus dipandu oleh pengawas. Dua siswa tersebut berasal dari SMA Lab UM. "Rencananya, dua siswa itu akan ditempakan di tempat duduk paling belakang," ujarnya.

Sementara itu, SDK Mardiwiyata 1 dan SMPN Frateran 21 Malang menggelar misa khusus yang digelar Sabtu (18/4) untuk menyambut UN. Seluruh sekolah di yayasan tersebut, mulai SD hingga SMA, mengadakan misa guna mendoakan para siswa yang akan menghadapi UN bisa berhasil.

Kepala SMP Frateran 21 Kota Malang Markus Basuki mengatakan, misa semacam itu tiap tahun dilakukan. Menurut dia, jika di Islam ada istighotsah, di agama Nasrani ada misa. "Misa itu biasanya kami lakukan saat menghadapi peristiwa besar seperti ujian nasional ini," jelasnya.

Misa tersebut dilakukan untuk mendoakan para siswa SMP dan SMA serta siswa SD yang akan menghadapi UN dan ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN). Selain misa, di SDK Mardiwiyata 1 dilanjutkan dengan peringatan hari paskah. Siswa kelas 1 sampai kelas 3 mengadakan lomba mewarna, menghias telur paskah, dan keterampilan. (lid/ziz.malangpos){rokintensedebate}

LAST_UPDATED2
Copyright (c) 2010 SMA Negeri 2 Malang
Jl. Laks. Martadinata 84 Malang