Dyah mengingatkan bahwa jenjang pendidikan SMA pada prinsipnya disiapkan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi (perguruan tinggi). Karena itu wajar jika sejak jenjang menengah, siswa perlu memiliki keahlian yang sesuai minatnya.
"Ini akan memudahkan siswa untuk menekuni bidang kesukaaannya saat harus mendaftar di perguruan tinggi," lanjut Dyah.
"KTSP adalah kurikulum yang sangat dinamis dan mampu mendorong sekolah untuk lebih kreatif sesuai dengan lingkungan yang ada," tandas Margani
Soni, salah seorang siswa SMANegeri 50 Jakarta Selatan mengaku setuju jika di sekolahnya diterapkan model SKS. Dengan demikian, pelajaran yang tidak disukai bisa dihindarkan.Selama ini ia mengaku cukup tersiksa dengan mata pelajaran menghafal semacam sejarah. Jika boleh menghindari,tentu Soni akan melakukannya dan lebih memilih pelajaran matematika atau IPA.
Hingga kini Depdiknas tengah mengkaji dan menghitung terus berapa jumlah SKS yang ideal untuk siswa SMA. Tetapi yang jelas beban jam belajarnya tidak akan jauh berbeda dengan jumlah jam belajar dengan sistem paket seperti selama ini berlaku. (dianW)
Represented by Humas Smanda.






