Kamis, 1 Desember 2011
JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Soedijarto mengatakan, pemerintah tidak perlu mencantumkan label-label sekolah atau universitas bertaraf internasional pada institusi pendidikan di Indonesia. Menurutnya, memberikan label tersebut tidak akan memberikan efek apa pun pada peningkatan mutu pendidikan nasional.Menurutnya, kualitas pendidikan internasional merupakan keharusan dan wajib untuk menjadi arah pendidikan di Indonesia. Namun, penempelan label "internasional" sama sekali tidak diperlukan pada seluruh institusi-institusi pendidikan.
Kualitas internasional itu harus, tapi tak perlu pakai nama bertaraf internasional. Lihat saja Harvard, apa pernah mereka menyebut sebagai universitas bertaraf internasional?








Pada Ujian Nasional tahun pelajaran 2010-2011 ini aku mendapat tugas menjadi pengwas di sekolah RSBI . SMA Negeri yang baru setahun menjadi sekolah RSBI ini tampak terus berbenah fasilitas,terutama gedung,kebersihan dan keindahan juga tertata rapi dan nyaman.
My internship in SMA NEGERI 2 Malang started in august 2010. It was very busy two months. During my time here, I experienced how it is like to work as a teacher in Indonesian senior high school. Everyday when I came to school, to start my works students greeted me with smile and polite phrases such as “Mr. David”, “Hello MISTER!!” or simply “MISTER!!”.
Sudah berapa tahun bangsa ini merdeka, sudah berapa tahun juga bangsa ini memperingati hari kebangkitan nasional. Sebanyak tahun itu pula kita memperingatinya, bangsa ini ternyata hanya gemar mendengungkan kata kebangkitan, bahkan terjebak pada ritual peringatan. Setiap hari kebangkitan, kita selalu memperingatinya dengan sebuah upacara bendera, di sekolah-sekolah bendera berkibar. Itukah yang hanya bisa dilakukan bangsa ini untuk memaknai hari kebangkitan?