There are no translations available.
Selayaknya peringatan sebuah hari khusus dilaksanakan untuk menyegarkan kembali rencana, harapan, tujuan dan pelaksanaan, karena apabila hanya sekedar pengisi waktu maka kegiatan tersebut tidak berarti lagi.
Guru dalam peribahasa jawa memiliki arti yang sangat dalam seperti yang telah lazim dikenal bahwa guru itu “digugu dan ditiru”. Sama juga dengan peribahasa “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari” yang mencerminkan betapa seorang guru bukanlah hanya “pekerja” tetapi lebih tepat sebagai “motivator builder“
Bila mengenang kembali masa-masa selama menjadi “anak didik”, aku bersyukur karena semua pengajar di sekolah layak mendapat sebutan “Guru”, mereka benar-benar melaksanakan apa yagn seharusnya seorang guru lakukan.
Semoga para guru bisa menjadi yang “digugu” dan “ditiru”.






