Home Artikel Hari Guru, Seremonial Entertain atau Pemacu Semangat?
Indonesian (ID)English (United Kingdom)
Hari Guru, Seremonial Entertain atau Pemacu Semangat?
PDF
Print
E-mail
Frans Kurniawan   /   Friday, 25 November 2011 07:44
There are no translations available.
Selayaknya peringatan sebuah hari khusus dilaksanakan untuk menyegarkan kembali rencana, harapan, tujuan dan pelaksanaan, karena apabila hanya sekedar pengisi waktu maka kegiatan tersebut tidak berarti lagi.

 

Guru dalam peribahasa jawa memiliki arti yang sangat dalam seperti yang telah lazim dikenal bahwa guru itu “digugu dan ditiru”. Sama juga dengan peribahasa “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari” yang mencerminkan betapa seorang guru bukanlah hanya “pekerja” tetapi lebih tepat sebagai “motivator builder

Bila mengenang kembali masa-masa selama menjadi “anak didik”, aku bersyukur karena semua pengajar di sekolah layak mendapat sebutan “Guru”, mereka benar-benar melaksanakan apa yagn seharusnya seorang guru lakukan.

Semoga para guru bisa menjadi yang “digugu” dan “ditiru”.

Last Updated on Friday, 25 November 2011 17:03
Copyright (c) 2010 SMA Negeri 2 Malang
Jl. Laks. Martadinata 84 Malang