Home Artikel REMAJA,SMS DAN FB
Indonesian (ID)English (United Kingdom)
REMAJA,SMS DAN FB
PDF
Print
E-mail
Drs. Saleh   /   Friday, 26 November 2010 08:15
There are no translations available.

Menurut studi oleh para peneliti dari Case Western Reserve School of Medicine di Cleveland,bahwa mereka  yang terlibat dalam "hypertexting" dan "hypernetworking" juga jauh lebih mungkin untuk melakukan hubungan seks bebas ,dan ini terbukti dengan tingginya beberapa  insiden yang terjadi dianatara para remaja.
Menurut  Dr Scott Frank,pemimpin peneliti, ada beberapa studi menilai kemungkinan kaitan antara penggunaan media baru dan hasil kesehatan yang lebih buruk
Kelompoknya melakukan survei kepada 4,257 siswa SMA di Perkotaan untuk melihat adanya keterkaitan antara penggunaan SMS dan jejaring sosial dengan kesehatan dan status sosial.

Dalam presentasinya atas  temuan mereka  pada pertemuan tahunan  American Public Health Association di Denver,para peneliti  mendefinisikan hypertexting seperti mengirim lebih dari 120 teks selama hari sekolah, dan hypernetworking sebagai penggunaan waktu lebih dari tiga jam dalam satu hari sekolah di situs jejaring sosial.
Dari sampel tersebut di atas, hampir satu dari lima remaja mengirim lebih dari 120 teks dalam sehari sedangkan lebih dari satu dari 10 menyatakan menggunakan jejaring sosial online  tiga jam atau lebih setiap hari.

Dilihat dari faktor-faktor demografi,Para peneliti juga menemukan adanya keterkaitan antara hypertexting dan hypernetworking dengan aktivitas seksual yang tinggi,pasangan seks bebas,perasaan stress dan keinginan untuk bunuh diri.
Mereka juga lebih mungkin untuk menggunakan alkohol,pesta miras,tembakau/rokok dan ganja.Mereka cenderung gemuk dan pola makan yang tidak teratur.Kebanyakan dari mereka adalah   para siswi/perempuan,dari rumah tangga dimana kepala rumahtangganya adalah perempuan dan dari status sosial ekonomi yang rendah.
Para peneliti juga melaporkan bahwa sekitar 22 persen siswa yang  tidak terlibat dalam SMS dan jaringan online menunjukkan  "hasil kesehatan yang lebih baik".

Memperhatikan khususnya pengguna  hiper-SMS, mereka setidaknya dua kali atau  lebih, diperkirakan  telah mencoba alkohol dan lebih dari 3 ½ kali melakukan hubungan  seks bebas.Lebih dari 40 persen dari mereka melakukan  pesta miras  dan obat-obatan,dan 90 persen lebih menyatakan  telah melakukan hubungan seks dengan  empat atau lebih pasangan yang berbeda.

“Hasil yang mengejutkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa  permasalahan SMS dan cara-cara lain yang populer agar tetap terkoneksi online dapat berdampak buruk pada kesehatan pada remaja”,kata Dr. Frank.

Copyright (c) 2010 SMA Negeri 2 Malang
Jl. Laks. Martadinata 84 Malang