
Menurut studi oleh para peneliti dari Case Western Reserve School of Medicine di Cleveland,bahwa mereka yang terlibat dalam "hypertexting" dan "hypernetworking" juga jauh lebih mungkin untuk melakukan hubungan seks bebas ,dan ini terbukti dengan tingginya beberapa insiden yang terjadi dianatara para remaja.
Menurut Dr Scott Frank,pemimpin peneliti, ada beberapa studi menilai kemungkinan kaitan antara penggunaan media baru dan hasil kesehatan yang lebih buruk
Kelompoknya melakukan survei kepada 4,257 siswa SMA di Perkotaan untuk melihat adanya keterkaitan antara penggunaan SMS dan jejaring sosial dengan kesehatan dan status sosial.
Dalam presentasinya atas temuan mereka pada pertemuan tahunan American Public Health Association di Denver,para peneliti mendefinisikan hypertexting seperti mengirim lebih dari 120 teks selama hari sekolah, dan hypernetworking sebagai penggunaan waktu lebih dari tiga jam dalam satu hari sekolah di situs jejaring sosial.
Dari sampel tersebut di atas, hampir satu dari lima remaja mengirim lebih dari 120 teks dalam sehari sedangkan lebih dari satu dari 10 menyatakan menggunakan jejaring sosial online tiga jam atau lebih setiap hari.
Dilihat dari faktor-faktor demografi,Para peneliti juga menemukan adanya keterkaitan antara hypertexting dan hypernetworking dengan aktivitas seksual yang tinggi,pasangan seks bebas,perasaan stress dan keinginan untuk bunuh diri.
Mereka juga lebih mungkin untuk menggunakan alkohol,pesta miras,tembakau/rokok dan ganja.Mereka cenderung gemuk dan pola makan yang tidak teratur.Kebanyakan dari mereka adalah para siswi/perempuan,dari rumah tangga dimana kepala rumahtangganya adalah perempuan dan dari status sosial ekonomi yang rendah.
Para peneliti juga melaporkan bahwa sekitar 22 persen siswa yang tidak terlibat dalam SMS dan jaringan online menunjukkan "hasil kesehatan yang lebih baik".
Memperhatikan khususnya pengguna hiper-SMS, mereka setidaknya dua kali atau lebih, diperkirakan telah mencoba alkohol dan lebih dari 3 ½ kali melakukan hubungan seks bebas.Lebih dari 40 persen dari mereka melakukan pesta miras dan obat-obatan,dan 90 persen lebih menyatakan telah melakukan hubungan seks dengan empat atau lebih pasangan yang berbeda.
“Hasil yang mengejutkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa permasalahan SMS dan cara-cara lain yang populer agar tetap terkoneksi online dapat berdampak buruk pada kesehatan pada remaja”,kata Dr. Frank.






